Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 April 2018

Best Western Premier The Hive Review

Mengejar Sang Ratu Angkasa: Perkenalan
Mengejar Sang Ratu Angkasa: Strategi
Youniq Hotel Kuala Lumpur International Airport Review
Cathay Pacific Kuala Lumpur International Airport Lounge Review
Malaysia Airlines Golden Lounge Regional Kuala Lumpur International Airport Review
Malaysia Airlines A350-900 Kuala Lumpur - Bangkok Business Class Review
Aranta Hotel Suvarnabhumi Review
Eva Air Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Singapore Airlines SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Thai Airways Royal Silk Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Thai Airways B747 Bangkok - Singapore Business Class Review
The Green Market Singapore Changi Review
Singapore Airlines A350-900 Singapore - Jakarta Business Class Review
Best Western Premier The Hive Review
Batik Air A320 Jakarta Yogyakarta Business Class Review


Best Western Premier The Hive terletak satu gedung dengan Tamansari Hive sebuah gedung yang berisi banyak tempat makan dengan Wikiwikiwok, semacam foodcourt yang di inisiasi legenda kuliner William Wongso, sebagai daya tarik utama. Selain itu ada juga mini market dan café. Stasiun Jatinegara dan bandara Halim Perdanakusumah juga dekat dengan hotel ini. Jadi lokasi merupakan keunggulan utama Best Western Premier The Hive. Dari parkiran mobil perlu berpindah lift untuk menuju lobby Best Western Premier The Hive yang terletak di lantai 5. Saya sendiri sampai hotel sekitar jam 8 malam.
Resepsionis Best Western Premier The Hive dengan hiasan ornamen Natal
Sofa di lobby Best Western Premier The Hive
Pohon Natal di lobby Best Western Premier The Hive
Lobby Best Western Premier The Hive sudah berhiaskan pohon Natal dengan welcome drink dan toples berisi kue serta sofa dan tv untuk menunggu. Proses check in berjalan lancar dengan deposit Rp 300,000 walau tanpa minibar di kamar. Saya sendiri mendapat kamar di lantai 18. Dan untuk naik turun menggunakan lift perlu menunggu beberapa saat. Kesan pertama begitu memasuki kamar saya adalah hotel ini kurang terawatt, karena terkesan kamarnya berasal dari hotel yang sudah berumur cukup lama. Bau tidak enak langsung menyeruak dari toilet. Dan AC juga tidak terasa dingin meskipun sudah di mentokin 16 derajat. 
Lorong lantai 18 Best Western Premier The Hive
Kasur yang saya potret pagi hari sehabis bangun tidur di Best Western Premier The Hive
Sofa, kulkas, pembuat air panas di Best Western Premier The Hive
Kettle pemanas dan mug untuk membuat teh, kopi
Kulkas mini tanpa isi Best Western Premier The Hive
Kasurnya sendiri cukup empuk untuk di tiduri, Kamarnya mempunyai luas yang lumayan lega dengan perlengkapan yang cukup komplit dengan kulkas, pemanas air dan sofa ada di pojokan kamar. Hanya saja banyak debu di beberapa spot kamar. Ketika mandi air juga meluber keluar dari bilik kaca, washtafel juga terlihat tidak bersih. 
Wastafel dan wc duduk di kamar Best Western Premier The Hive
Shower room di kamar Best Western Premier The Hive
Saya sendiri langsung tertidur sehingga baru sempat mengabadikan suasana kamar pagi harinya ketika sudah bangun. Meskipun tidak di hari libur apalagi long weekend, hotel ini cukup laris karena pagi harinya saya mendapatkan selebaran yang berisi pengumuman jika hotel full booked sehingga tidak diperbolehkan untuk late checkout dan atau memperpanjang masa tinggal. 
Pemandangan dari kamar saya di Best Western Premier The Hive
Pemandangan dari kamar saya di Best Western Premier The Hive
Kolam renang utama, di depannya merupakan ruang untuk sarapan di Best Western Premier The Hive
Pemandangan kolam renang Best Western Premier The Hive
Tower Best Western Premier The Hive dari kolam renang
Kolam renang utama yang terletak di pintu sebelah lobby juga lumayan oke karena cukup panjang walau tidak terlalu lebar. Selain itu juga terdapat kolam dengan ukuran lebih kecil untuk anak-anak. Sarapan yang di sediakan mempunyai banyak variasi tapi beberapa menu yang saya coba tidak cukup enak di lidah saya.

Kesimpulan

Hotel yang mempunyai lokasi yang strategis hanya saja perawatan kamar perlu di perbaiki.

Apakah kamu pernah menginap di Best Western Premier The Hive? Bagaimana kesanmu?

Kamis, 28 Desember 2017

Soekarno Hatta Airport Ground Experience

First Class For The First Time : Introduction
First Class For The First Time : The Process
Review: Aerofans Inn Soekarno Hatta
Soekarno Hatta Airport Ground Experience
Premier Lounge Soekarno Hatta Review
Pura Indah Lounge Soekarno Hatta Review
Esplanade Lounge Soekarno Hatta Review
Singapore Airlines Jakarta - Singapore First Class Review


"The journey of a thousand miles begins with one step." - Lao Tzu

Peta Perjalanan Backpackeran ala MewahMurah KLIK biar GEDE
Akhrinya hari itu datang juga, first class day! Saya bersemangat meninggalkan hotel jam 5 pagi sudah mandi, wangi dengan celana jeans, sneakers, jaket, tas selempang dan menggendong ransel ukuran 42 liter yang hanya terisi separuh. Karena hanya short trip maka saya hanya membawa ransel tidak koper. Lagipula saya tidak pernah pergi dengan menggunakan koper. Walaupun sebenarnya saya ada jatah bagasi 30-50 kg dari maskapai, terpaksa jatah tersebut tidak saya gunakan. Judul untuk perjalanan kali ini adalah backpacker naik first class.

Free Shuttle ke Bandara
Mobil jemputan dari Aerofans Inn datang tepat waktu, hari itu ada 9 penumpang yang akan menuju bandara, 2 orang turun di terminal 1, 4 orang termasuk saya di terminal 2 dan sisanya di terminal 3. Perjalanan dengan mobil Elf menuju terminal 2 kurang lebih 20 menit dengan kondisi jalan yang lancar.

Pagi yang sepi di Soekarno Hatta
Jadwal pesawat saya berangkat jam 09:20, saya memilih berangkat jam 5 pagi karena jadwal free shuttle selanjutnya adalah jam 7 pagi saya pikir mepet dengan jam take off pesawat saya. Selain itu saya ingin mereview 3 lounge yang ada di terminal 2D sehingga saya memutuskan untuk berangkat lebih awal.

Pagi itu konter check in Singapore Airlines sangat sepi, jadi saya langsung saja ke konter dengan tulisan first / business class yang terletak di ujung sebelah kanan.

Konter Singapore Airlines yang masih sepi
 “Mas ekonomi check in nya di sebelah” mbak-mbak berkacamata penjaga langsung menyuruh saya pindah begitu saya sampai di depan konter check in. Tampilan saya yang ala backpacker mungkin membuat mbaknya berfikir saya salah konter check in.

Tanpa banyak kata langsung saya keluarin etiket saya dan mbaknya langsung diam, tanpa ada kata maaf. Saya di tawari untuk pindah ke penerbangan lebih awal tapi saya tolak karena pas saya baca review di sebuah forum pesawat yang lebih pagi merupakan pesawat lama jadi saya keukeh tetap di jadwal awal. Saya tidak tahu apakah karena penjaga konternya di outsource ke pihak lain, karena tidak berseragam Singapore Airlines, yang membuat sikapnya tidak mencerminkan keramahan pelayanan yang selalu di banggakan oleh Singapore Airlines. Tidak ada maaf dan senyuman padahal saya check in untuk first class, kelas paling mahal mereka.

Imigrasi Pribadi


Beres urusan check in saya kemudian belok kiri ke arah ruangan bertuliskan priority check in, jika naik kelas ekonomi maka dari konter check in belok kanan. Mbak penjaga di sini lebih ramah dan memakai seragam sama dengan mbak penjaga konter sebelumnya, mungkin karena sudah lihat saya pegang tiket first class. Di sini juga kembali di tawari untuk pindah ke penerbangan lebih awal, tapi tetap saya tolak. Untuk penumpang premium cabin beberapa maskapai, termasuk Singapore Airlines, ternyata sudah di sediakan tempat ini untuk check in.


Di ujung ruang ini merupakan imigrasi khusus penumpang premium
Setelah melewati screening awal saya kemudian masuk ke ruangan di mana di kanan kiri tersedia beberapa sofa dan di ujung ruangan ini sudah menunggu petugas imigrasi. Di sini hanya ada satu petugas imigrasi yang melayani ramah, dibandingkan dengan imigrasi umum yang melayani ekonomi, bapak petugas juga bertanya berapa harga tiket yang saya bayarkan untuk dapat naik pesawat first class. Ngobrol santai dengan petugas Imigrasi sesuatu yang baru pertama kali saya alami, serasa mempunyai jalur imigrasi pribadi! Kelar urusan imigrasi yang lancar dan menyenangkan saya langsung masuk ke lounge pertama yang reviewnya akan saya tuliskan di tulisan berikutnya.

KESIMPULAN

Proses check in cepat, hanya saja untuk keramahan yang merupakan salah satu faktor yang diunggulkan oleh Singapore Airlines kurang terasa dan terlihat. Mungkin jika saya berpakaian layaknya sosialita lengkap dengan membawa koper baru keramahan itu muncul? Wallahualam.
Sedangkan keramahan petugas imigrasi khusus penumpang premium juga merupakan nilai plus, beda dengan imigrasi umum yang jarang senyum apalagi mengajak berbincang ke penumpang.

Adakah kamu juga pernah mengalami diminta pindah konter oleh petugas penjaga konter check in?

Senin, 20 November 2017

J Hotel Soekarno Hatta Review

Garuda Indonesia Pengalaman Komplit


Pendahuluan: Tiket First Class Khilaf dari Garuda
Garuda Indonesia Bombardier CRJ-1000: Jogja - Denpasar, Bali Economy Class Flight Review
BnB Style Hotel Seminyak Bali Review
Garuda Indonesia First Class Denpasar Narita Before Flight
Garuda Indonesia First Class Denpasar Ground Service And Lounge Review
Garuda Indonesia First Class Denpasar Narita Flight Review
Sakura Hotel Jimbocho Review
Juyoh Hotel Review
APA Hotel Tsukiji Review 
J Hotel Soekarno Hatta Review
Saya mempunyai waktu transit cukup lama sebelum ke penerbangan terakhir saya dengan Garuda Indonesia. Setelah pilah pilih hotel akhirnya saya memutuskan untuk menginap di J hotel. Harga perkamar yang saya bayarkan untuk hotel ini adalah RM 66.34 atau Rp  205,599 per malam memanfaatkan diskon dari Traveloka Malaysia. Selain harga yang terjangkau alasan lainnya adalah hotel ini mempunyai fasilitas gratis antar jemput ke Bandara Soekarno Hatta.
Invoice saya di J Hotel Soekarno Hatta
Begitu melewati imigrasi saya langsung menelpon ke hotel untuk menjemput saya. Di sambut cuaca panas Jakarta yang sukses membuat mandi keringat saya menunggu di restoran A&W lantai 2. Suasana sore itu bandara cukup ramai dengan pengunjung. Cukup lama saya menunggu jemputan sampai saya perlu menelpon lagi ke pihak hotel.

“Wah akhirnya datang juga jemputannya” batin saya ketika melihat sebuah minivan berwarna putih bertuliskan J hotel di bodinya. Tapi kok tampaknya penuh penumpang dan gak minggir ke arah A&W resto tapi malah mengambil sisi luar jalan. Dan akhirnya minivan tersebut berlalu.

Akhirnya saya kembali menelpon hotel dan memang bukan minivan tersebut untuk menjemput saya, mobil untuk saya masih berada di jalan. Akhirnya mobil penjemput saya tiba dan hanya saya sendiri penumpang di dalam mobil tersebut. Kemacetan menjadi alasan mengapa mobil jemputan saya datang terlambat. 

Sopir sendiri cukup ramah dan beberapa kali meminta saya meninggalkan review di traveloka dengan me mention namanya, supaya dapat credit bagus dari hotel. Petang itu hotel penuh dengan Jemaah umroh, termasuk yang tadi di jemput oleh minivan yang pertama kali saya lihat. Proses check in berlangsung cepat. 

Ketika membuka pintu kamar alangkah kagetnya saya menjumpai ternyata masih ada penghuninya di dalam kamar tersebut! Saya kemudian kembali ke resepsionis dan meminta kamar yang baru. 

Kamarnya sendiri kurang begitu bersih dengan saya menemukan beberapa serangga yang beredar di dalam kamar dan kamar mandi. Untuk kelengkapan fasilitasnya cukup oke. Kamar mandi shower air panas juga berfungsi dengan baik.
Penampakan kasur J Hotel Soekarno Hatta
Komplimen J Hotel Soekarno Hatta
Perlengkapan mandi J Hotel Soekarno Hatta

Kamar mandi J Hotel Soekarno Hatta

Shower J Hotel Soekarno Hatta
Saya hanya memesan room only sehingga tidak dapat menampilkan review untuk sarapannya. Keadaan sekitar hotel juga tidak sempat saya explore lebih jauh.

Proses check out juga berlangsung cepat dan lucky me karena sudah ada mobil yang siap untuk mengantar ke bandara bersama 2 penumpang lainnya.

KESIMPULAN

Fasilitas gratis antar jemput ke bandara merupakan nilai plus hotel ini. Untuk sekedar transit hotel ini layak di pertimbangkan tapi tidak untuk menginap dalam jangka waktu lebih dari satu malam.

Apakah kamu pernah menginap di J Hotel?