Minggu, 15 Oktober 2017

Juyoh Hotel Review

Garuda Indonesia Pengalaman Komplit

Pendahuluan: Tiket First Class Khilaf dari Garuda
Garuda Indonesia Bombardier CRJ-1000: Jogja - Denpasar, Bali Economy Class Flight Review
BnB Style Hotel Seminyak Bali Review
Garuda Indonesia First Class Denpasar Narita Before Flight
Garuda Indonesia First Class Denpasar Ground Service And Lounge Review
Garuda Indonesia First Class Denpasar Narita Flight Review
Sakura Hotel Jimbocho Review
Juyoh Hotel Review
APA Hotel Tsukiji Review 
Hyatt Regency Tokyo Review 
TIAT Lounge Annex Haneda Airport Tokyo Review
Garuda Indonesia Haneda – Jakarta Business Class Review
J Hotel Soekarno Hatta Review
Garuda Indonesia Jakarta – Yogyakarta Business Class Review


Juyoh hotel terletak di daerah Taito-ku, dan ternyata jarak dari stasiun Minami-Senju lumayan jauh. Sekitar 15-20 menit jalan kaki. Stasiun Minami-Senju sendiri ada 2 statsiun JR dan Private Rail. Saat saya menginap di sini hotel sedang di renovasi sehingga nama hotel hampir tidak terlihat karena tertutup selubung hitam yang di pakai melindungi proses pembangunan.

Alasan saya memilih menginap di hotel ini adalah Juyoh memberikan harga murah untuk kamar single untuk kondisi normal tanpa diskon. Seberapa murah? Saya membayar hanya Rp 200,805 untuk 3 malam atau Rp 66,935 per malam! Masih dengan memanfaat voucher diskon Traveloka senilai Rp 1juta dari kartu kredit Standard Chartered.
Invoice Juyoh hotel

Proses check in di Juyoh baru dapat di lakukan pukul 4 sore sehingga saya ketika pertama datang hanya menitip koper untuk kemudian saya tinggal lagi jalan-jalan. Resepsionis cukup ramah dan cekatan mengkonfirmasi bookingan saya kemudian mengajak saya ke sebuah ruangan di lantai satu yang digunakan sebagai tempat penitipan koper.

Saya kembali lagi ke Juyoh sekitar pukul 3 sore dan untungnya sudah di perbolehkan untuk check in. Kunci kamar masih berupa kunci tradisional, dengan gantungan kunci yang besar. Kamar saya terletak di lantai 5 dan Juyoh mempunyai lift untuk mempermudah naik turun kamar. 

Juyoh mempunyai 2 tipe kamar, Japanese style dengan kasur tatami dan western style dengan kasur tingkat. Saya memilih kamar dengan tipe western dengan pertimbangan ruangan di bawah kasur dapat saya manfaatkan untuk menaruh koper dan barang lain dengan leluasa.

Kamarnya sendiri luasnya 11-12 dengan kamar Sakura Hotel Jimbocho. Kasurnya tipis dan mepet dengan letak ac, rangka besi yang menopang kasur juga kokoh dan di sediakan colokan di ujung kasur. Di bawah kasur disediakan kulkas mini, di ujung kamar ada meja kursi. Selain itu juga di sediakan selop untuk jalan-jalan di dalam hotel dan handuk mandi. Untungnya suhu kamar tidak terlalu dingin.
Lorong di lantai 5 Juyoh hotel

Penampakan kamar western di Juyoh hotel

Gantungan baju dan kulkas di sediakan

Wastafel dan toilet ada di setiap lantai dengan ruang terpisah.  Yang cukup futuristic adalah lampu di wastafel dan toilet yang otomatis menyala ketika kita masuk dan mati ketika kita meninggalkannya. Kamar mandi dengan shower style tidak berada di setiap lantai sehingga agak merepotkan. Amenitiesnya di sediakan shampoo dan sabun tanpa merk.
Wastafel yang cukup bersih terpisah dengan toilet dan kamar mandi

Di sebelah persis Juyoh terdapat minimarket Rakuten yang mempunyai ukuran lebih besar dari family mart atau seven eleven tapi untuk warung makan banyak di terdapat di sekitar stasiun JR.

Meskipun saya booking selama tiga malam sebenarnya saya hanya menginap dua malam, karena malam pertama setelah menaruh barang saya langsung pergi ke Tsukiji dan menginap di APA Hotel untuk persiapan menonton suasana lelang ikan tuna.

Di lantai bawah hotel selain ruang resepsionis juga terdapat ruang komunal untuk ngobrol atau sekedar makan.

Kesimpulan
Overall Juyoh hotel merupakan pilihan terbaik untuk yang menginginkan single room dengan harga murah asal tidak keberatan berjalan kaki lumayan jauh ke stasiun.

Apakah kamu tertarik untuk menginap di Juyoh Hotel?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar