Rabu, 04 Oktober 2017

Garuda Indonesia First Class Denpasar Narita Flight Review

 Garuda Indonesia Pengalaman Komplit

Pendahuluan: Tiket First Class Khilaf dari Garuda
Garuda Indonesia Bombardier CRJ-1000: Jogja - Denpasar, Bali Economy Class Flight Review
BnB Style Hotel Seminyak Bali Review
Garuda Indonesia First Class Denpasar Narita Before Flight
Garuda Indonesia First Class Denpasar Ground Service And Lounge Review
Garuda Indonesia First Class Denpasar Narita Flight Review
Sakura Hotel Jimbocho Review
Juyoh Hotel Review 
APA Hotel Tsukiji Review 
Hyatt Regency Tokyo Review
TIAT Lounge Annex Haneda Airport Tokyo Review
Garuda Indonesia Haneda – Jakarta Business Class Review
J Hotel Soekarno Hatta Review
Garuda Indonesia Jakarta – Yogyakarta Business Class Review


Saya sebenarnya ingin mereview first class Garuda Indonesia sejak lama, tetapi mahalnya redeem Garuda Miles membuat saya memilih untuk terlebih dahulu menikmati penerbangan first class dengan Singapore Airlines dan Cathay Pacific. Pengalaman pertama naik first class ini pernah saya tuliskan di Kompasiana tapi belum sampai selesai.

Rencana awal saya adalah menunggu event Garuda Indonesia Travel Fair yang biasa memberikan diskon 50% untuk redeem Garuda Miles. Tapi setelah membeli tiket khilaf diskon 90% di tambah membaca review Ben dari Onemile at a time yang mengatakan dia terpesona dengan layanan first class Garuda Indonesia membuat saya ingin membuktikan sendiri apakah memang benar luar biasa atau hanya hype belaka.

Sebelum saya review penerbangan ini ada baiknya kita lihat berapa harga normal first class rute Denpasar - Narita.
Cukup murah pada saat itu karena adanya promo
Setelah berpisah dengan Riyana di depan pintu masuk pesawat boeing 777-300 ER bagian depan yang memang di khususkan untuk penumpang first class, saya di sambut oleh pramugari Garuda Indonesia, Mbak Ine.

“Selamat malam pak MewahMurah, monggo silakan” sambut mbak Ine dengan tersenyum sambil mempersilakan saya duduk di kursi 2 A.
Konfigurasi kursi Garuda Indonesia First Class
Garuda Indonesia first class mempunyai 8 kursi dengan konfigurasi 1-2-1. Kabin first class di batasi tirai merah dengan kabin kelas bisnis. Plakat 5 star airline dari Skytrax tertempel di dinding bagian belakang. Pasangan suami istri dari Jepang duduk di 1D dan 1 G. Kabin first class mempunyai rancangan suite atau pintu yang dapat di tutup.  Untuk privasi yang lebih jika traveling sendirian, window seat adalah pilihan terbaik. Saya menyukai kabin dengan style suite seperti ini, meskipun kabinnya tidak semewah milik Singapore Airlines.
Kursi saya di 2A Garuda Indonesia First Class

Tampak samping kursi 2A Garuda Indonesia First Class
Nama saya selama penerbangan Garuda Indonesia First Class
Kursi 1A Garuda Indonesia First Class

Kursi belakang Garuda Indonesia First Class

Plakat bintang 5 dari Skytrax nampang di belakang kursi 2A kabin Garuda Indonesia First Class
Setelah saya duduk, 2 pramugari dan 1 pramugara memperkenalkan diri. Mbak Ine, Mbak Tya, dan Pak Hendro.

Ruang buat nyimpen jas di kabin Garuda Indonesia First Class
Amenity kit Garuda Indonesia First Class

Headphones dan remote IFE Garuda Indonesia First Class

Seat Controller Garuda Indonesia First Class
Headphones Garuda Indonesia First Class
Untuk welcome drink saya memilih coklat panas. Tidak lama coklat panas datang dengan kacang macadamia serta hot towel. Saya menyukai minuman ini, panasnya pas dan rasa coklatnya enak! Akhirnya selama penerbangan saya order beberapa kali lagi coklat panas ini.
Coklat panas dan kacang macadamia
Kursi tempat duduk saya nyaman dengan legroom yang lega. Amenities untuk F class Garuda sekarang menggunakan body lotion dari Hermes. Sebenarnya saya mengharapkan amenities dari Loewe tapi ternyata menurut info mbak pramugari sudah putus kontraknya. Tapi di kemudian hari saya membaca artikel dari Sam Huang dari topmiles, di mana dia juga terbang dengan first class Garuda Indonesia di bulan yang sama dengan saya tetapi mendapatkan Loewe amenity kit.
Kantong pembungkus awal first class amenity kit Garuda Indonesia
Wadah biasa saja first class amenity kit Garuda Indonesia
Jeroan dari first class amenity kit Garuda Indonesia
Tidak berapa lama mbak Tya datang untuk menyiapkan sandal dan setelah saya mencopot sepatu kemudian mbak Tya memasukkannya ke sarung dan menempatkannya di bawah ottoman. Sandalnya sendiri berkualitas bagus, tidak abal-abal seperti kebanyakan sandal hotel. Sandal ini juga boleh di bawa pulang dan sekarang jadi sandal favorit ibu saya di rumah.
Slipper nya Garuda Indonesia First Class
Tidak berapa lama setelah take off, mbak Ine kembali ke kursi saya dengan complimentary wifi password. Penumpang first class mendapatkan gratis wifi selama penerbangan. Hanya saja saya tidak memakai wifi ini karena handphone jadul saya bermasalah. 

Untuk hiburan selama penerbangan saya juga tidak mencobanya, Saya hanya melihat rute penerbangan.

Hidangan yang pertama setelah take off adalah kaviar yang datang beserta twist dengan kerupuk. Garuda Indonesia menyajikan kaviar dengan cara yang benar yaitu memakai Mother of Pearl Spoon. Rasa kaviarnya sendiri krenyes-krenyes gurih asin. Hanya saja di lidah ndeso saya ini yang juara tetap kerupuknya, gurih dan tidak melempem. Saat saya sedang menikmati kaviar kondisi saat itu sedikit mengalami turbulence.
Caviar x Kerupuk
Setelah kaviar habis dan di bereskan tiba-tiba Mbak Ine, Mbak Tya dan Pak hendro beserta onboard Chef datang ke kabin saya dengan membawa kue ulang tahun! I’m speechless dengan surprise ini karena beneran tidak menyangka. Kuenya sendiri berukuran normal, yang istimewa adalah mereka menambahkan tulisan nama saya di atas kue! Tidak hanya sekedar tulisan happy birthday. Dan karena turbulence maka kue tersebut urung saya nikmati dan kemudian di bawa kembali ke galley.
Kejutan ulang tahun dari kru Garuda Indonesia First Class
Setelah situasi agak normal kemudian datang onboard Chef yang berdiskusi tentang menu sarapan dan jam penyajian yang saya inginkan. Hanya saja di penerbangan kali ini karena ngantuk saya tidak sempat mencicipi menu refreshment dari Garuda.

Kemudian datang Mbak Ine dan Pak Hendro untuk menyiapkan kasur, ketika berpindah ke kabin sebelah karena ceroboh saya menjatuhkan tutup lensa mirrorless. Sempat di cari oleh pak Hendro dan belum ketemu akhirnya akan di putuskan untuk di cari esok hari setelah landing.

Saya kemudian mengganti pakaian dengan piyama di kamar mandi F Class yang terdapat di bagian depan kabin dan hanya ada satu. Kamar mandinya terkesan biasa saja, tidak ada yang istimewa. Piyama sendiri ternyata cukup sempit, meskipun untuk celananya nyaman di pakai. Saran saya untuk menambah 1-2 ukuran dari yang biasa di pakai.
Toilet duduk di Garuda Indonesia First Class
Loewe sebagai amenity kit toilet

Amenity lain di toilet Garuda Indonesia First Class

Stok handuk di toilet Garuda Indonesia First Class
Selimutnya sendiri cukup enak, kasurnya juga lumayan nyaman dan yang paling penting ada guling! Garuda menambah lampu yang berkerlip kerlip di atas kabin, seperti efek bintang di langit sehingga menambah mood untuk segera terlelap.
Tempat tidur Garuda Indonesia First Class

Mood lightning di kabin Garuda Indonesia First Class
Bangun tidur dengan kondisi yang lumayan segar, tidak berapa lama makan pagi tersaji. Saya sendiri memilih menu dan ternyata porsinya cukup sedikit. Untuk dessert adalah kue ulang tahun saya, dan saya makan dengan sukacita. Saya sendiri hanya makan 1 potong dan di tawarkan kue tersebut di bawa turun tapi mengingat saya akan langsung muter-muter dulu maka kue tersebut saya tinggal dan semoga dapat di nikmati oleh kru Garuda Indonesia.
Jus jeruk untuk sarapan
Potongan buah, roti, dan teh sarapan

Telur dan sosis sebagai menu sarapan Garuda Indonesia First Class

Kue ultah kejutan dari Garuda Indonesia First Class, nama sengaja saya hilangkan
Pesawat landing dengan mulus, sebelum turun saya di beritahu bahwa di minta menunggu sebentar untuk di carikan tutup lensa. Pak Hendro kemudian mencarikan dan ketemu nyempil di bawah kursi. Nice!
Travel assistant asli jepang yang menjemput saya
Di pintu keluar sudah menunggu travel assistant dari Garuda Indonesia yang mengantar saya melewati proses imigrasi, dan bahkan sampai membantu mengisikan saldo Suica saya, akhirnya saya berpisah dengan layanan first class Garuda di depan gate stasiun bandara Narita.

Kesimpulan

Untuk hard product Garuda Indonesia tidak ada yang istimewa, standar good first class product. Makanan juga enak hanya saja porsinya agak mini. Yang membuat istimewa adalah pelayanan dari kru mereka, ground service di Denpasar dan Narita serta pramugari-pramugara onboard chef benar-benar luar biasa, keramahan mereka genuine khas Indonesia, sangat layak untuk mendapatkan penghargaan world best cabin crew.

Apakah kamu tertarik untuk mencicipi layanan kabin first class dari Garuda Indonesia?

Selasa, 03 Oktober 2017

BNI Garuda Indonesia Signature Review

Awalnya saya tidak ada ketertarikan untuk apply kartu ini tapi adanya kombo promo bebas iuran tahunan dan bonus sampai 70 ribu garuda miles membuat pertahanan saya goyah. Meskipun saya sebelumnya sudah mempunyai kartu kredit BNI Platinum, untuk kartu ini tetap wajib apply lagi tidak dapat hanya request lewat call centre. Keistimewaan kartu kredit BNI adalah limitnya pisah untuk masing-masing jenis kartu utama.

Saya sendiri akhirnya apply untuk jenis Garuda Signature, dari awal masuk aplikasi sampai di telpon oleh analis membutuhkan waktu 15 hari, lumayan lama. Menurut info dari marketing yang membantu proses aplikasinya, pihak Garuda Indonesia yang membuat lama prosesnya. Saat analis menelpon untuk verifikasi juga di tanyakan jika yang versi Signature tidak di setujui apakah bersedia untuk di turunkan ke level Platinum, saya jawab tidak mau karena saya apply untuk versi yang Signature. 3 hari setelah telpon tersebut dapat kabar jika kartu di setujui, dan kartu kredit, kartu priority pass dan luggage tag Garuda sampai rumah 6 hari kemudian. BNI Garuda Signature juga mendapatkan fasilitas gratis kartu priority pass tapi hanya keanggotaannya yang gratis, masuk ke lounge jaringan priority pass tetap bayar jadi agak kurang berguna menurut saya.

Penampakan paket BNI Garuda Indonesia Visa Signature
Luggage tag bonus BNI Garuda Indonesia Visa Signature
Untuk mendapatkan bonus 70 ribu miles, perlu di belanjakan minimal 100 juta rupiah dalam kurun waktu 60 hari sejak kartu di setujui. Untuk urusan belanja ini ketika telpon ke customer service di bilang hanya boleh transaksi offline saja, kemudian saya telpon lagi di katakan transaksi online juga boleh. Main aman, kartu hanya saya gesek di transaksi offline.

Untuk poin regular sendiri langsung masuk ke akun Garuda Miles, Saya kurang memperhatikan apakah miles masuk ketika transaksi sdh di posting atau ada jadwal khususnya yang jelas tidak perlu menunggu tanggal cetak. Ada bonus tambahan 200 miles untuk kartu yang di setujui dan 4000 miles untuk bonus aktivasi kartu setelah mengumpulkan minimal 250 miles.

Sesuai dengan syarat dan ketentuan promo, bonus 70 ribu miles akan masuk setelah 60 hari selesai melakukan transaksi 100 juta. Pada kenyataannya bonus miles masuk melebihi waktu yang di janjikan, meskipun untuk akun saya hanya terlambat kurang lebih 7 hari saja, masih okelah.

Sebenarnya ada lagi keuntungan kartu kredit Garuda Indonesia ini, jika belanja 8 juta berturut turut selama 5 bulan maka otomatis akan menjadi Garuda Miles Gold. Tapi kesempatan ini tidak saya ambil karena saat ini hampir tidak ada keuntungan yang berarti dengan naik status menjadi gold.

Kesimpulan

Kartu Kredit BNI Garuda Indonesia yang menarik hanya untuk jenis Signature, rate 1 miles = Rp. 7500 lumayan bersaing meskipun bukan kartu kredit terbaik untuk mengumpulkan Garuda Miles.

Apakah kamu tertarik untuk memiliki kartu kredit BNI Garuda Indonesia?

Kamis, 24 Agustus 2017

Pengalaman Umroh Komplit Hanya Dengan 10 Jutaan



Berkunjung ke Mekkah dan Madinah untuk melakukan ibadah Haji merupakan impian semua umat muslim di dunia. Di karenakan di Indonesia antrian untuk mendapat kursi ibadah Haji yang mencapai puluhan tahun akhirnya umroh menjadi pilihan yang banyak di ambil untuk mengobati kerinduan berkunjung ke Baitullah. 

Banyak yang bilang dengan adanya kasus penipuan biro travel FT maka umroh murah adalah keajaiban, kalo ada umroh murah berarti penipuan. Padahal umroh dapat di lakukan dengan murah dan aman. Selain umroh yang umum di lakukan dengan tour travel tradisional, beberapa tahun terakhir marak yang namanya umroh murah dengan mandiri alias tidak mengikuti tour dan travel konvensional.  Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi saya dalam melaksanakan umroh murah melalui umroh mandiri. Ada 2 komponen utama untuk ibadah umroh yaitu tiket pesawat dan biaya land arrangement.

Tiket Pesawat

Ini merupakan komponen biaya terbesar, sehingga kunci utamanya adalah tiket promo. Ada 2 jenis maskapai yang melayani penerbangan umroh, maskapai berbiaya rendah (low cost carrier) seperti Air Asia dan maskapai full service seperti Garuda Indonesia, Saudia Airlines. Selain tiket promo faktor lain yang menentukan harga tiket murah adalah kota keberangkatan. Berangkat dari bandara Kuala Lumpur, Malaysia tiket biasanya lebih murah daripada berangkat dari Soekarno Hatta Jakarta. Saya bahkan pernah baca di sebuah grup facebook bahwa ada sekeluarga yang mendapatkan tiket pesawat promo untuk umroh, sesampainya di bandara Soekarno Hatta di minta tambahan untuk membayar lagi agar dapat berangkat. Harga tiketnya di samakan dengan yang harga normal.
 
Saya sendiri mendapatkan tiket Malaysia Airlines, maskapai full service, untuk rute Kuala Lumpur Jeddah PP seharga 400.90 myr atau kurang lebih 1,35 juta rupiah. Tiket ini merupakan promo Malaysia Airlines pada saat event peringatan hari kemerdekaan Malaysia di bulan Agustus 2016 untuk keberangkatan bulan Februari 2017. Sedangkan untuk ke Kuala Lumpur saya menggunakan AirAsia seharga kurang lebih 700 ribu PP menggunakan kombinasi promo Tiket.com dan promo voucher dari Traveloka. 

Tiket KUL-JED PP
Saya akhirnya mengeluarkan biaya ekstra 807 myr untuk mengupradekursi menjadi kelas bisnis untuk rute Kuala Lumpur Jeddah sekali jalan.

Selain promo dari maskapai, membeli jauh-jauh hari, sampai jarak 1 tahun sebelum keberangkatan, merupakan hal yang umum untuk mendapatkan harga tiket pesawat yang murah. Untuk pilihan jenis maskapai saya sendiri memilih maskapai full sevice, dengan pertimbangan kursi yang lebih enak , makan minum serta bagasi yang sudah termasuk dalam harga tiket. Untuk maskapai low cost carrier petimbangkan pula biaya makan minum serta untuk bagasi. Sebagai informasi untuk maskapai AirAsia air zam zam di gratiskan biaya bagasi nya.

Secara umum Malaysia Airlines mempunyai produk yang oke, tapi tidak istimewa. Yang membuat buruk adalah bagasi handling mereka di Jeddah, ada beberapa kasus kehilangan bagasi dan sampai berbulan-bulan tidak ada kabar di mana keberadaan bagasi penumpang tersebut serta tidak ada penyelesaian dari pihak Malaysia Airlines.

Land Arrangement

Saya sendiri memesan tiket Malaysia Airlines berdasarkan info dari teman, dan selanjutnya saya di ikutkan bergabung di sebuah grup diskusi WhatsApp. Di dalam grup ini selain untuk mengakrabkan antar calon Jemaah umroh juga untuk membahas pemilihan Land Arrangement (LA). Akhirnya di putuskan untuk memilih operator Land Arrangement dari X. Saya sendiri karena ini merupakan pengalaman pertama mengikuti hasil putusan tersebut. Untuk harga sendiri antar land arrangement hanya berbeda tipis tidak terlalu jauh selisihnya. 

Yang jadi masalah dengan Land Arrangement X ini adalah pengurus utamanya yang baper an. Orang ini sering keluar grup WhatsApp untuk masalah sepele dan yang paling parah adalah ketika semua calon Jemaah sudah setor duid untuk bayar biaya land arrangement dan visa serta paspor sudah di kirim untuk pengurusan visa, tiba-tiba keluar si pengurus ini keluar dari grup dan bilang tidak mau mengurusi kami. Berdasar info dari grup lain dari operator land arrangement X, memang baper an menjadi karakter orang ini. Sebagai info land arrangement yang kami pakai meminjam bendera salah satu travel umroh untuk pengurusan visanya. Jadi X ini menjadi semacam makelar.

Untuk land arrangement sendiri saya di kenakan biaya 385 usd dan biaya visa 75 usd dan biaya asosiasi 15 usd. Harga yang saya bayarkan meliputi hotel dengan satu kamar isi empat orang, makan 3 kali sehari, pembimbing dan city tour.   

Hal lain yang menjadi catatan dengan LA ini adalah di wajibkannya membeli koper, batik dan syal. Pada awal pembicaraan padahal di bebaskan untuk mencari sendiri, bebas mau memakai atau tidak tapi pada akhirnya di wajibkan untuk memakai perlengkapan umroh dari mereka. Saya sendiri hanya memesan batik, syal dan buku seharga 400 ribu sedangkan paket komplit dengan koper 700ribu. Dan saya pikir harga 400 ribu untuk batik nya terlalu mahal mengingat batik nya mempunyai kualitas yang biasa saja.

Tujuan penseragaman koper, batik ini untuk memudahkan handling bagasi dan mengenali Jemaah satu rombongan. Untuk land arrangement dari grup lain koper ada yang hanya iuran sarung koper dimana biayanya jauh lebih murah.

Bagaimana pelayanannya?

Begitu sampai bandara Umroh Haji Jeddah yang kondisinya mengenaskan, kami di sambut oleh perwakilan LA yang langsung handling koper jamaah, kemudian kami di minta menunggu dan agak lama menunggunya karena bus rombongan kami baru datang 1 dari yang seharusnya 2 bus. Busnya sendiri berganti-ganti bus, tidak tahu apa penyebabnya. Pemandu yang di sediakan juga cukup baik membimbing kami dalam melakukan ibadah. Pemandu kami merupakan orang Indonesia yang tinggal di Arab Saudi.

Hotel di Madinah letaknya cukupan, tidak terlalu jauh juga dari Masjid Nabawi yang jadi masalah adalah kamar mandi di hotel ini. Dimana ada yang 2 kamar hanya mempunyai 1 kamar mandi saja. Bahkan teman yang memesan kamar privat hanya berdua suami istri dan membayar lebih mahal kamar mandi nya di gabung dengan kamar yang lain. Untungnya di kamar kami 1 kamar 1 kamar mandi. Hotel di Mekkah letaknya cukup dekat dengan Masjidil Haram hanya letaknya di atas bukit cukup melelahkan bagi yang Jemaah berusia lanjut.

Makanan yang di sediakan adalah menu Indonesia dan bagi saya cukup enak untuk di nikmati dengan porsi yang cukup untuk rombongan kami. Makanan prasmanan ketika di hotel dan makanan dalam kotak ketika sedang perjalanan.

Umroh mandiri ini juga dapat di lakukan dalam grup kecil, tentu biaya akan menjadi lebih mahal karena pembaginya lebih sedikit. Upgrade hotel ke yang lebih mewah juga di perbolehkan.

Biaya yang saya keluarkan untuk melakukan umroh mandiri ini adalah di kisaran Rp 13 juta. Hal ini karena saya upgrade kelas bisnis sekali jalan, jika tanpa upgrade hanya Rp 10 jutaan. Di bawah biaya umroh murah FT yang katanya Rp 13,5 juta.

KESIMPULAN

Umroh murah dengan mandiri sangat mungkin di laksanakan dan dapat di lakukan oleh semua umur, rombongan kami juga ada beberapa Jemaah yang sudah berusia lanjut. Saya sendiri jika ada tiket murah lagi saya akan kembali ber umroh tapi tidak dengan land arrangement dari X.

Apakah kamu tertarik untuk melaksanakan umroh dengan cara mandiri seperti saya?

Jumat, 28 Juli 2017

Inflasi Poin Kartu Kredit Danamon



Jumat Tanggal 28 Juli 2017 merupakan hari yang turun naik bagi para pemegang kartu kredit Danamon. Yang bikin naik adalah para peserta promo 10x reward points periode Mei - Juni 2017 di sms hasil poin yang berhasil di dapatkan. Saya sendiri meskipun transaksi sudah melebihi syarat minimum untuk mendapatkan poin maksimum tapi hasilnya mendapatkan tidak full 500 ribu poin, hanya kurang sedikit. Tidak worth it untuk di complain kekurangan yang hanya beberapa puluh ribu di bandingkan dengan energy yang perlu di keluarkan untuk "pacaran" dengan CS. 

Sedangkan kabar yang bikin turun adalah email yang masuk malam hari-nya. Email tersebut berisi inflasi di poin kartu kredit mereka. 

isi email dari Danamon. KLIK biar GEDE.
Sebelum berubah nama menjadi D-Point, 1 poin Danamon senilai Rp 1000 dan pemegang kartu Danamon MasterCard World mendapatkan 1,5 poin per 1000 rupiah, berarti 1 poin senilai Rp 666,67 Sekarang 1 D-point senilai Rp 2500. Untuk pemegang Danamon Visa Infinite, MasterCard World mendapatkan 3 point. Berarti 1 poin senilai Rp 833,33, inflasi 25%! 

Yang terbaik adalah untuk kartu kredit MasterCard World Elite mendapatkan 8 point transaksi dalam negeri (Rp 312,5 per point) dan 12 point untuk transaksi luar negeri (Rp 208,33). Sebagai informasi kartu kredit World Elite saat ini hanya khusus nasabah prioritas Danamon dan 6 juta iuran tahunannya tidak dapat di hapuskan.

Bagaimana perhitungan penukaran ke Airlines Mileage?

Untuk saat ini untungnya rate penukaran masih tetap.

Krisflyer / Asia Miles

Danamon Platinum = 20 x Rp 2500 = Rp 50,000
Danamon World = 15 x Rp 833,34 = Rp 12,500

Garuda Miles

Danamon Platinum = 15 x Rp 2500 = Rp 37,500
Danamon World = 12 x Rp 833,34   = Rp 10,000

AirAsia BIG

Danamon Platinum = 10 x Rp 2500 = Rp 25,000
Danamon World = 10 x Rp 833,34 = Rp 8,333

Untuk perhitungan berapa nominal belanja yang di butuhkan dalam promo 10x reward points agar mendapatkan poin maksimal saat ini masih gelap, apakah promo ini masih akan di lanjutkan juga masih belum ada kabar.

By the way tahun 2017 ultah Danamon yang sudah lewat kurang lebih 2 minggu dari posting ini, sepi-sepi saja tidak seperti tahun 2016 yang jor-joran mensubsidi samsung s7 di berbagai marketplace, tahun ini malah nasabah di hadiahi inflasi poin!

Kesimpulan

Dengan adanya inflasi ini maka kartu kredit Danamon Platinum atau yang di bawahnya sangat tidak layak lagi untuk di koleksi sebagai amunisi penambang miles. Sedangkan untuk Danamon World / Infinite masih boleh di pertimbangkan jika masih ada promo 10x reward points.

Apakah kamu akan mempertahankan Kartu kredit Danamon sebagai salah satu amunisi penambang mileage?

Jumat, 26 Mei 2017

Promo Tukar Reward BCA ke Garuda Miles

BCA sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia kali ini mengadakan promo penukaran reward BCA ke Garuda Miles. Setelah pada Garuda travel fair terakhir posisi BCA sebagai partner bank di daerah di gantikan CIMB Niaga promo kali ini menurut saya lumayan menarik.

Detail SnK, KLIK biar GEDE

Bonus yang di dapatkan adalah 50% bonus Garuda Miles.  Minimal tukar adalah reward BCA senilai Rp 500 ribu dan maksimal penukaran adalah Rp 1 juta reward per hari. Reward BCA sendiri normalnya mempunyai nilai tukar 100 reward BCA di hargai 1 Garuda Miles. Jadi misalkan menukar reward Rp 500 ribu maka akan mendapatkan 5000 Garuda Miles di tambah bonus 2500 Garuda Miles. Promo ini hanya berlangsung sampai dengan 31 Juli 2017.

Apakah menguntungkan?

Reward BCA secara umum mempunyai perhitungan 0,5% dari kartu jaringan BCA sendiri, everyday card warna putih dan 0,2% dari kartu kredit jaringan Visa atau Mastercard. Ada juga yang senilai 5% tapi ini juga tidak begitu jelas. Sebagai contoh saya belanja di Carrefour mendapatkan reward 5% sedangkan di Transmart Carrefour hanya mendapatkan reward 0,5%.

Dalam kondisi normal 1 Garuda miles sama dengan 100 BCA reward atau senilai Rp 20 ribu belanja dengan BCA everyday card atau belanja Rp 50 ribu dengan BCA Visa / Mastercard. Dengan adanya promo ini maka 1 Garuda miles senilai Rp 13,333.33 / Rp 33,333.33. Kurang begitu oke tapi cukup lumayan.

Jika tidak suka belanja maka promo penukaran kali ini dapat di pertimbangkan sebagai salah satu alternatif yang menarik.

Apakah kamu tertarik untuk menukarkan reward BCA mu dengan Garuda Miles?

Senin, 15 Mei 2017

Danamon 10x Point Rewards Mei Juni 2017


Akhirnya periode tengah tahun 10x poin rewards kartu kredit Danamon dengan poin maksimal 500 ribu hadir lagi. Tidak seperti biasanya yang di mulai awal bulan, kali ini periode di mulai tengah bulan. Tepatnya 15 Mei 2017 dan berakhir pada tanggal 30 Juni 2017.

Hal yang berbeda lainnya dengan promo 500 ribu reward points di bulan Desember Januari adalah minimal jumlah transaksi yang berkurang dari 30 kali menjadi hanya 25 kali. Mungkin ini kompensasi dari durasi promo yang hanya satu setengah bulan, biasanya selalu dua bulan. Selain itu kategori transaksi online juga kembali lagi ke hari Selasa.

Detail kategori belanja perhari, KLIK biar GEDE
Details syarat dan ketentuan program. KLIK biar GEDE
10x Poin rewards merupakan salah satu promo yang di tunggu-tunggu miles hunter karena memberikan harga miles yang sangat murah. Untuk mendapatkan poin maksimal di kartu kredit Danamon world kamu perlu berbelanja minimal Rp 58,823,500.

Catatan: Jika kamu ikutan promo ini maka PERLU dan BUTUH untuk di catat dan di simpan semua bukti transaksi yang kamu lakukan, karena di periode lalu ada beberapa teman yang melaporkan jumlah bonus yang di dapat tidak maksimal meski sudah belanja melebihi batas minimal dan benar sesuai kategori hari. Untuk komplain perlu di siapkan bukti-bukti pendukung, makanya kamu perlu dan butuh untuk menyimpan bukti transaksimu.

Apakah kamu juga tertarik untuk ikutan promo 10x poin rewards ini?

Rabu, 03 Mei 2017

Garuda Miles Diskon 50% di Hari Pendidikan


April Mei tampaknya menjadi bulan-bulan penuh promo dari Garuda Miles. Setelah tanggal 21 April kemarin mengadakan promo diskon 50% dalam rangka hari Kartini, kali ini menyambut hari pendidikan Garuda Miles kembali mendiskon 50% untuk penukaran poin dengan rute domestik.

Promo hari pendidikan ini mempunyai periode tukar 2-5 Mei dan periode terbang 2-31 Mei untuk kelas ekonomi (X) dan kelas bisnis (O) semua rute domestik. Dan seperti promo diskon 50% penukaran poin hanya dapat di lakukan via call centre dan atau Garuda tiketing office.

Lebih lanjut dapat di lihat melalui link INI

Jalur penukaran online tampaknya masih di anak tirikan untuk promo diskon seperti ini. Apakah jalur penukaran online masih untuk gagah-gagahan semata?

Rute domestik manakah yang kalian rencanakan tukar dengan poin?