Minggu, 21 Januari 2018

Cathay Pacific Kuala Lumpur International Airport Lounge Review

Mengejar Sang Ratu Angkasa: Perkenalan
Mengejar Sang Ratu Angkasa: Strategi
Youniq Hotel Kuala Lumpur International Airport Review
Cathay Pacific Kuala Lumpur International Airport Lounge Review
Malaysia Airlines Golden Lounge Regional Kuala Lumpur International Airport Review
Malaysia Airlines A350-900 Kuala Lumpur - Bangkok Business Class Review
Aranta Hotel Suvarnabhumi Review
Eva Air Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Singapore Airlines SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Thai Airways Royal Silk Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Thai Airways B747 Bangkok - Singapore Business Class Review
The Green Market Singapore Changi Review
Singapore Airlines A350-900 Singapore - Jakarta Business Class Review
Best Western Premier The Hive Review
Batik Air A320 Jakarta Yogyakarta Business Class Review


Malaysia Airlines KLIA Ground Service Experience

Pagi yang lengang di KLIA 1
Konter check in kelas bisnis Malaysia Airlines
Konter check in first class Malaysia Airlines
Malaysia Airlines mempunyai konter khusus untuk penumpang kabin premium mereka. Konter check in kelas bisnis pagi itu sepi dan hanya di buka satu konter. Proses check in juga berjalan cepat dan lancar. Selain boarding pass saya juga mendapat lembaran kertas untuk akses Golden Lounge Regional atau CIP Lounge dan kartu premium lane untuk mempercepat proses di imigrasi Thailand.
Kertas sakti premium lane
Letak premium lane
Setelah turun dari eskalator mata saya di sambut pemandangan beberapa banner Malaysia Airlines kelas bisnis A330, agak mengherankan kenapa tidak memasang promo untuk pesawat A350 yang notabene lebih baru. Saya kemudian berjalan menuju ke fast lane, konter khusus imigrasi untuk penumpang premium dan prosesnya juga berlangsung lancar. 
Banner kelas bisnis Malaysia Airlines A330
Banner kelas bisnis Malaysia Airlines A330
Fast-Lane jalur imigrasi khusus penumpang premium di KLIA
Untuk menuju lounge Cathay Pacific saya perlu menaiki skytrain menuju Satellite terminal. Karena Golden Lounge Satellite terminal sedang di renovasi sampai akhir Januari 2018 maka saya langsung mencari letak lounge Cathay Pacific.

Cathay Pacific Kuala Lumpur International Airport Lounge Review

Malaysia Airlines dan Cathay Pacific merupakan sesame anggota geng One World, jadi saya sebagai pemegang tiket kelas bisnis di perbolehkan untuk mengakses Cathay Pacific lounge. Ruang depan lounge di hias dengan pohon Natal dengan mejaa dari marmer putih. Saya hanya perlu menunjukkan boarding pass untuk memasukinya, tapi sebelum masuk saya di ingatkan oleh mbak resepsionis jika mereka tidak akan memberitahukan waktu boarding. 
Pohon natal di depan resepsionis Cathay Pacific Lounge KLIA
Seating area Cathay Pacific Lounge KLIA
Seating area Cathay Pacific Lounge KLIA
Seating area Cathay Pacific Lounge KLIA
Bar style seating dengan pemandangan landasan pacu di Cathay Pacific Lounge KLIA
Mewah Murah di Cathay Pacific Lounge KLIA
Bahan bacaan di Cathay Pacific Lounge KLIA
Area kerja di Cathay Pacific Lounge KLIA
Lounge Cathay Pacific boleh di bilang menempati ruangan yang kecil. Dengan keunggulan utama adalah pemandangan langsung ke landasan pacu. Kursi juga cukup nyaman, selain model sofa juga tersedia konter bar. Colokan buat nge charge gadget tidak terdapat di setiap kursi. Perlengkapan standar lainnya adalah adanya bahan bacaan dan working station.

Urinoir dan washtafel di Cathay Pacific Lounge KLIA
WC duduk Cathay Pacific Lounge KLIA
Hanya tersedia toilet tanpa ada shower room. 

Variasi makanan di Cathay Pacific Lounge KLIA
Variasi makanan di Cathay Pacific Lounge KLIA
Variasi makanan di Cathay Pacific Lounge KLIA
Variasi minuman beralkohol di Cathay Pacific Lounge KLIA
Variasi minuman beralkohol di Cathay Pacific Lounge KLIA
Variasi minuman di Cathay Pacific Lounge KLIA
Makanan juga sedikit variasinya, untuk minuman tersedia jus, susu, kopi dan minuman beralkohol. Saya hanya nyemil spaghetti dan beberapa dessert, rasanya cukup enak untuk di makan. 

Saya sendiri berada di sini hanya sekitar 1 jam kemudian balik lagi ke terminal utama untuk menunggu di Golden Lounge Malaysia Airlines.

Kesimpulan

Cathay Pacific lounge dapat di bilang lounge yang standard, boleh di jadikan pilihan karena Golden Lounge Malaysia Airlines sedang di renovasi.

Apakah kamu pernah ngelounge di Cathay Pacific Kuala Lumpur International Airport Lounge? Bagaimana kesanmu?

Minggu, 14 Januari 2018

Youniq Hotel Kuala Lumpur International Airport Review

Mengejar Sang Ratu Angkasa: Perkenalan
Mengejar Sang Ratu Angkasa: Strategi
Youniq Hotel Kuala Lumpur International Airport Review
Cathay Pacific Kuala Lumpur International Airport Lounge Review
Malaysia Airlines Golden Lounge Regional Kuala Lumpur International Airport Review
Malaysia Airlines A350-900 Kuala Lumpur - Bangkok Business Class Review
Aranta Hotel Suvarnabhumi Review
Eva Air Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Singapore Airlines SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Thai Airways Royal Silk Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Thai Airways B747 Bangkok - Singapore Business Class Review
The Green Market Singapore Changi Review
Singapore Airlines A350-900 Singapore - Jakarta Business Class Review
Best Western Premier The Hive Review
Batik Air A320 Jakarta Yogyakarta Business Class Review

Alasan utama memilih Youniq karena hotel ini ada di blibli travel, dan saya ingin mencoba menggunakan loyalty poin blibli yang saya miliki untuk membayarnya. Review dari beberapa online travel agent dan teman yang pernah menginap di sini juga cukup bagus. Selain itu mereka juga menyediakan shuttle bus dari dan ke bandara dengan harga yang cukup murah. Proses pemesanan di blibli travel berjalan cukup lancar.

Untuk memesan shuttle, Youniq mempunyai form pemesanan sendiri lewat website mereka. Dan saya cukup kesulitan karena ada tanggal dan waktu penjemputan yang tidak dapat di klik, baik via website, saya coba 3 browser berbeda, maupun via mobile browser. Ketika mengirimkan email mereka ngotot bahwa pemesanan shuttle hanya di layani melalui form di website tersebut, bahkan mereka tidak mau membantu mengisikan walau saya sudah memberikan data-data yang di minta. Saya akhirnya meminta tolong kepada teman untuk membantu memesankan shuttle bus tersebut. H-1 akan ada email dari Youniq untuk mengkonfirmasi pemesanan shuttle bus kita lengkap dengan foto penjemput yang berjas rapi dan peta lokasi penjemputan.

Pesawat Air Asia JOG-KUL
Tampilan luar paket Nasi lemak Pak Nasser
Tampilan dalam Nasi lemak Pak Nasser
Satu hal yang baru dari penerbangan saya dengan AirAsia adalah kali ini saya memesan menu legendaris mereka Nasi lemak Pak Nasser, menu ini saya pesan melalui pre-book online. Datang dengan wadah berpenutup merah dan kondisi hangat ketika di buka. Bagaimana rasanya? Nasi lemaknya hanya menyisipkan sedikit rasa gurih,Ikan asinnya juga alot ketika di gigit. Kesimpulannya biasa saja, Tidak ada yang spesial.

Tampilan luar mobil jemputan Youniq hotel KLIA
Daleman mobil jemputan Youniq hotel KLIA
Tampilan luar mobil jemputan Youniq hotel KLIA
Begitu mendarat, saya langsung mencari lokasi penjemputan di Old Town White Coffee yang ternyata letaknya tepat di sebelah kiri pintu keluar. Penjemput datang tepat waktu dan berpakaian kaos oblong dengan bercelana panjang jins tidak seperti poto yang di kirimkan dengan pakaian jas parlente. Sore itu saya merupakan satu-satunya penumpang yang di jemput.

Tampilan luar Youniq hotel KLIA
Lobby Youniq hotel KLIA
Breakfast area Youniq hotel KLIA
Breakfast area Youniq hotel KLIA
Perjalanan menuju Youniq berlangsung kurang lebih 15-20 menit. Proses check in juga berjalan lancar. Ada biaya tambahan pajak turis sebesar Rm 10 dan saya sekaligus memesan shuttle untuk ke bandara KLIA 1 ke esokan harinya.

Tampak luar hotel ini mirip sebuah ruko dengan lobby cukup luas dengan kursi bergaya eropa kuno. Kamar saya berada di lantai X dan tersedia lift. Terdapat sebuah lounge dengan 2 bean bag dan 1 buah dispenser di depan kamar saya, sehingga untuk urusan air minum cukup terjamin.

Dispenser di lounge Youniq Hotel KLIA
Double bed Youniq Hotel KLIA
Double bed Youniq Hotel KLIA
TV di kamar Youniq Hotel KLIA
Pemanas air di kamar Youniq Hotel KLIA
Kamar sudah menggunakan kunci dengan system kartu. Kamar cukup luas dan bersih. Kasur juga masih lumayan empuk, di lengkapi dengan AC dan TV serta pemanas air dan bonus 2 kopi sachet.
Washtafel di kamar mandi Youniq Hotel KLIA
Toilet duduk dan shower Youniq Hotel KLIA
Detail shower Youniq Hotel KLIA
Kamar mandi juga cukup luas dan bersih, handuk, amenities tersedia shampoo dan sabun pencetan, hanya saja tidak terdapat sikat gigi dan odol.

Ketika sedang santai saya kaget karena ada orang yang berhasil membuka pintu kamar saya dan kemudian mengucap sorry, untung waktu itu kamar sempat saya pasang gerendelnya. Parno juga saya melihat keamanan pintu yang dapat di tembus, ketika konfirmasi ke resepsionis di bilang itu housekeeping. Nampaknya sistemnya belum sinkron sehingga housekeeping langsung masuk ke kamar yang sudah berisi tamu.

Lokasi sekitar juga banyak terdapat warung makan maupun warung kelontong, jadi tidak usah khawatir kelaparan. Di dekat lokasi Youniq juga terdapat beberapa hotel lain. Keesokan paginya proses check out berlangsung cukup cepat. Shuttle menuju bandara juga tepat waktu berangkatnya, kali ini mobil di isi oleh 5 orang penumpang dan hanya saja saya seorang diri yang turun di KLIA 1. Perjalanan menuju bandara juga lancar.

Kesimpulan

Hotel yang cukup oke untuk sekedar transit daripada bermalam di bandara, shuttle yang murah meriah menjadi keunggulan utama hotel ini.

Apakah kamu pernah menginap di Youniq hotel? Bagaimana kesanmu?

Rabu, 10 Januari 2018

Kartu Kredit Terbaik Untuk Asia Miles



Asia Miles merupakan frequent flyer dari maskapai Cathay Pacific yang tergabung di dalam geng One World bersama maskapai Qatar Airways, British Airways, Malaysia Airlines, Japan Airlines, Qantas, American Airlines, Finnair, Iberia, Japan Airlines, LATAM Airlines, Royal Jordanian, S7 Airlines dan SriLankan Airlines.

Berbeda dengan Star Alliance yang menerapkan sistem region, Asia Miles menerapkan sistem jarak tempuh untuk perhitungan penukaran milesnya. Saya sendiri baru sekali menukar Asia Miles dengan maskapai Cathay Pacific untuk rute Hong Kong – Manila, Filipina saat trip first class for the first time. Dan Asia Miles juga masih menerapkan tambahaan fuel surcharge untuk tiket hasil penukaran miles.
Qsuite dari Qatar Airways
Apa yang menarik dari Asia Miles? Selain jaringan rute yang lumayan luas, ada product yang menurut saya menarik untuk di coba. Seperti Qsuite nya Qatar Airways yang melabeli diri sebagai first in business, lounge the Wing dan the Pier milik Cathay di Hong Kong International Airport serta Qantas Lounge di Sydney Airport.
Cabana untuk berendam di The Wing lounge nya Cathay Pacific di HKIA
Asia Miles dapat di tukarkan online langsung melalui website mereka atau melalui telepon jika rute atau maskapai yang di inginkan tidak dapat di tukar melalui website.

Di Indonesia Asia Miles masih kalah populer di bandingkan dengan Krisflyer dan Garudamiles, meskipun begitu ada beberapa kartu kredit terbitan bank di Indonesia yang dapat di tukar dengan Asia Miles. Berikut adalah 3 kartu kredit terbaik untuk Asia Miles untuk kondisi normal tanpa promo.


Saat ini merupakan kartu kredit terbaik untuk di tukarkan dengan Asia Miles, ratenya adalah 1000 Poin extra = 166 Asia Miles atau Rp 3,333 untuk 1 Asia Miles. Kelemahannya adalah masih belum banyak toko offline maupun online yang menerima pembayaran dengan kartu kredit terbitan JCB. Selama bulan Januari 2018 CIMB memberikan bonus 30%, maksimal bonus 5000 miles, untuk yang menukar poin extra nya ke Asia Miles.


Terbaik kedua dengan rate Rp 7,000 = 1 Asiamiles untuk pembelanjaan dalam negeri dan Rp 3,500 untuk pembelanjaan luar negeri. Saya sendiri belum pernah menukarkan poin dari UOB ke frequent flyer manapun jadi belum ada review untuk proses penukarannya.


Terbaik ketiga dengan rate Rp 8750 untuk 1 Asia Miles. Dari geng oneworld selain Asia Miles, poin dari Citibank Premiermiles dapat juga di tukarkan ke frequent flyer maskapai British Airways, Qantas, Malaysia Airlines, Iberia, dan Qatar Airways. Saya juga belum ada pengalaman menukarkan poin kartu kredit ini ke frequent flyer miles.

Apakah ada kartu kredit lain yang lebih menarik untuk di tukarkan poinnya dengan Asia Miles?

Senin, 08 Januari 2018

Mengejar Sang Ratu Angkasa: Strategi

Mengejar Sang Ratu Angkasa: Perkenalan
Mengejar Sang Ratu Angkasa: Strategi
Youniq Hotel Kuala Lumpur International Airport Review
Cathay Pacific Kuala Lumpur International Airport Lounge Review
Malaysia Airlines Golden Lounge Regional Kuala Lumpur International Airport Review
Malaysia Airlines A350-900 Kuala Lumpur - Bangkok Business Class Review
Aranta Hotel Suvarnabhumi Review
Eva Air Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Singapore Airlines SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Thai Airways Royal Silk Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review 
Thai Airways B747 Bangkok - Singapore Business Class Review
The Green Market Singapore Changi Review
Singapore Airlines A350-900 Singapore - Jakarta Business Class Review
Best Western Premier The Hive Review
Batik Air A320 Jakarta Yogyakarta Business Class Review



Penerbangan
Peta perjalanan mengejar Sang Ratu Angkasa
Jarak tempuh mengejar Sang Ratu Angkasa
Tujuan utama dari trip ini adalah untuk terbang bersama Sang Ratu Angkasa dengan Thai Airways yang bergabung dengan geng Star Alliance. Rute yang saya pilih adalah Bangkok – Singapore sekali jalan, rute ini yang paling pas tanggalnya dengan waktu luang saya dan keberangkatan dari Bangkok membuat saya dapat mencoba lounge mereka lengkap dengan fasilitas pijatnya. Selain itu saya berencana untuk mengunjungi lounge Eva Air dan Silverkris Singapore Airlines di bandara Suvarnabhumi.

Boeing 747-400 kursi first class versi lama
Boeing 747-400 kursi first class versi baru
Thai Airways tidak menjual kursi first class untuk rute ini, mentok di kelas bisnis. Jadi kamu dapat memilih kursi first class dengan harga kelas bisnis. Rute Bangkok – Denpasar pp juga menawarkan pengalaman first class dengan harga bisnis. Untuk mencari ketersediaan seat Thai Airways yang dapat di redeem dapat di baca di postingan INI

Kursi Singapore Airlines kelas bisnis
Kemudian untuk penerbangan lanjutannya saya mencari melalui web Singapore Airlines dengan pesawat A350-900. Keinginan saya ini mempunyai konsekuensi perlu transit semalam di Singapura. Saya memilih untuk bermalam di bandara.Untuk makan malam saya berencana menggunakan jatah gratisan dari kartu kredit CIMB JCB Ultimate di The Green Market Changi.

Untuk penukaran poin Krisflyer saya perlu menelpon ke call centre Singapore Airlines, prosesnya sendiri cukup cepat karena saya sudah mencatat data penerbangan yang saya inginkan. 

Harga normal untuk penerbangan sekali jalan Thai Airways Bangkok – Singapore lanjut dengan Singapore Airlines Singapore – Jakarta adalah Thb 15,705 dan Sgd 1,174 atau kurang lebih Rp 18,300,000-an sedangkan harga yang perlu saya bayarkan 20,000 Krisflyer miles dan Sgd  46,6 atau Rp 468,915. Saya hanya perlu mengeluarkan duid Rupiah 2,55% dari harga asli!!

Harga tiket asli Thai Airways kelas bisnis di tanggal keberangkatan saya

Harga tiket asli Singapore Airlines kelas bisnis di tanggal keberangkatan saya
Biaya tambahan yang saya bayarkan untuk penukaran 2 tiket kelas bisnis pada trip ini
Setelah tiket terkonfirmasi saya kemudian memilih kursi dan menu makanan melalui fasilitas Pre book meals Thai Airways dan Book the cook Singapore Airlines. Untuk rute Bangkok – Singapore saya memilih Barbeque Duck, sedang rute Singapore – Jakarta saya memesan menu Roast Lamb Chop.

Selanjutnya saya mencari tanggal yang pas untuk Malaysia Airlines, dan saya juga membuat dummy booking terlebih dahulu untuk mencek ketersediaan kursi di kabin first class. Eksekusi saya lakukan dengan menggabungkan promo Malaysia Airlines dan Traveloka Malaysia yang memberikan diskon Rm 80. Sehingga saya perlu membayar sebesar Rm 584.50 (Rp 1,936,822). Di Kuala Lumpur International Airport selain mengunjungi wajah baru Golden Lounge Regional saya juga ingin melongok lounge nya Cathay Pacific.

Invoice untuk Malaysia Airlines kelas bisnis KUL-BKK sekali jalan
Kursi first class Malaysia Airlines A-350-900
Penerbangan awal dari Jogja menuju Kuala Lumpur saya menggunakan Air Asia. Ketika tidak sengaja sedang browsing via Air Asia BIG app, saya menemukan promo final call di tanggal keberangkatan saya, dan hanya tersisa 1 kursi saja, tanpa pikir panjang segera eksekusi. Saya juga menambahkan menu legendaris mereka Nasi lemak Pak Nasser seharga Rp 33,900 . Biaya untuk penerbangan ini 500 BIG Poin dan Rp 159,480

Biaya penerbangan Air Asia JOG-KUL sekali jalan
Kursi Batik Air kelas bisnis

Untuk penerbangan terakhir karena saya ingin mencoba terbang dari Halim Perdanakusuma, maka pilihannya adalah Citilink atau Batik Air. Rencana awal adalah menunggu promo di hari belanja online nasional, tapi ternyata di jam yang saya inginkan selisih antara kelas ekonomi dan bisnis sangat tipis. 

Invoice Jd.id Batik Air kelas bisnis HLP-JOG sekali jalan
Invoice kartu kredit BCA untuk Batik Air kelas bisnis HLP-JOG sekali jalan
Saya memutuskan untuk mengambil Batik Air kelas Bisnis dari jd.id dan ternyata pas saya bayar sedang berlangsung promo dari BCA sehingga harga dari Rp  1,122,000 turun menjadi Rp 972,000.

Hotel

Kuala Lumpur saya memilih bermalam di Youniq Hotel, hotel ini beberapa kali di gunakan oleh teman-teman saya untuk transit dan mempunyai layanan antar jemput ke bandara dengan harga murah Rm 5,3 sekali jalan. Pembayaran saya mencoba menggunakan blibli travel dengan menggunakan loyalty poin yang saya miliki sehingga saya hanya perlu membayar Rp 50,400
Invoice blibli travel untuk Youniq hotel
Suasana kamar di Youniq Hotel
Hotel di Suvarnabhumi saya memilih di Aranta Hotel, meskipun lokasinya dekat dengan bandara tapi hotel ini tidak menyediakan layanan antar jemput gratis. Alasan utama saya memilih hote ini karena menggunakan online travel agent yang juga memberikan mileage saat memesan maka hitungan saya Aranta hotel cukup memberikan keuntungan untuk saya. Mahar untuk hotel ini Rp 701,454 per malam.
Invoice untuk Aranta Hotel
Suasana kamar di Aranta Hotel
Semalam di Jakarta pilihan saya jatuh ke Best Western Premier The Hive, dengan alasan lokasinya yang dekat dengan bandara Halim Perdanakusuma dan seperti Aranta saya memesan dengan menggunakan online travel agent dengan bonus mileage. Per malam nya kena Rp 700,198
Invoice untuk Best Western Premier The Hive
Suasana kamar Best Western Premier The Hive
Singapura? Hotel di singapura apalagi yang berada di area bandara mahal harganya sehingga saya memutuskan untuk kembali bermalam di SilverKris lounge T3 yang mempunyai sofa panjang. Pihak SilverKris juga menyediakan bantal dan selimut untuk melindungi dari semburan dinginnya AC bandara Changi yang sudah terkenal.

Total biaya yang saya keluarkan untuk misi mengejar Sang Ratu Angkasa adalah Rp 5,023,169

Bagaimana menurutmu strategi saya ini?