Tampilkan postingan dengan label airport lounge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label airport lounge. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Maret 2018

The Green Market Singapore Changi Review

Mengejar Sang Ratu Angkasa: Perkenalan
Mengejar Sang Ratu Angkasa: Strategi
Youniq Hotel Kuala Lumpur International Airport Review
Cathay Pacific Kuala Lumpur International Airport Lounge Review
Malaysia Airlines Golden Lounge Regional Kuala Lumpur International Airport Review
Malaysia Airlines A350-900 Kuala Lumpur - Bangkok Business Class Review
Aranta Hotel Suvarnabhumi Review
Eva Air Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Singapore Airlines SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Thai Airways Royal Silk Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Thai Airways B747 Bangkok - Singapore Business Class Review
The Green Market Singapore Changi Review
Singapore Airlines A350-900 Singapore - Jakarta Business Class Review
Best Western Premier The Hive Review
Batik Air A320 Jakarta Yogyakarta Business Class Review



Begitu mendarat di Changi terminal 1 saya langsung menaiki Skytrain untuk menuju terminal 2. Saya sempat sejenak berkunjung ke SilverKris Lounge kelas bisnis yang malam itu penuh dengan para penumpang. Menurut saya SilverKris lounge terminal 2 sudah agak ketinggalan jaman perlu di renovasi sesuai jaman now.
Tampak depan The Green Market Changi
The Green Market letaknya agak mblusuk, di lantai 2, dengan neon sign besar TGM terpampang di atas konter kasir. Saya segera mengeluarkan kartu CIMB JCB Ultimate saya yang kemudian di gesek oleh mbak kasir. Selain dengan kartu kredit terbitan JCB, The Green Market juga dapat di akses dengan kartu Priority Pass. Mulai tahun 2018 priveledge akses lounge untuk kartu JCB di bandara Changi Singaapore dan Suvarnabhumi Bangkok di batasi maksimal 2x dalam setahun.
Teko buat refill teh dan deretan penghargaan The Green Market Changi
Deretan piala The Green Market Changi
Variasi kursi di The Green Market Changi
Variasi kursi di The Green Market Changi
Variasi kursi di The Green Market Changi
Sedikit penampakan dapur The Green Market Changi
Saya sendiri kemudian memilih menu Salmon-Butteryaki Bento Set, dan duduk di kursi yang di tunjukkan oleh pelayan, segera setelahnya di sediakan segelas Ocha, teh hijau Jepang. Selain kursi makan biasa juga terdapat kursi dg style bar, dan kursi untuk rombongan. Malam itu selain saya hanya ada 3 orang mbak-mas kantoran yang makan di sana.
Miso soup, nasi dan segelas ocha
Penampakan Salmon-Butteryaki Bento Set
Datang setelah Ocha adalah Miso soup dan nasi, kemudian datang set menu nya dalam kotak bento. Dan rasanya wuenak tenan! Porsinya juga mengenyangkan.

Jatah saya di sini sebenarnya 3 jam, tapi setelah selesai makan tidak dapat lagi yang banyak di lakukan di The Green Market. Karena pada dasarnya ini merupakan restoran dan bukan lounge untuk bersantai. Puas makan, saya kemudian berjalan kaki lagi menuju skytrain untuk mengantarkan saya ke SilverKris Lounge di Terminal 3.

Kesimpulan

Jika kamu suka makanan Jepang, The Green Market dapat di jadikan pilihan, karena rasanya cukup enak dan mengenyangkan.

Apakah kamu pernah makan di The Green Market Singapore? Bagaimana kesanmu?

Rabu, 07 Maret 2018

Thai Airways Royal Silk Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review

Mengejar Sang Ratu Angkasa: Perkenalan
Mengejar Sang Ratu Angkasa: Strategi
Youniq Hotel Kuala Lumpur International Airport Review
Cathay Pacific Kuala Lumpur International Airport Lounge Review
Malaysia Airlines Golden Lounge Regional Kuala Lumpur International Airport Review
Malaysia Airlines A350-900 Kuala Lumpur - Bangkok Business Class Review
Aranta Hotel Suvarnabhumi Review
Eva Air Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Singapore Airlines SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Thai Airways Royal Silk Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Setelah icip-icip menu makanan dan mocktail di SilverKris lounge saya melanjutkan perjalanan ke awal mula saya masuk ke dalam bandara ini untuk mengunjungi Royal Silk Lounge milik Thai Airways sang tuan rumah di bandara Suvarnabhumi. Untuk Penumpang kelas bisnisnya Thai Airways menamakannya dengan Royal Silk sedang untuk penumpang first class di namakan Royal First. Begitu menuruni eskalator di sambut oleh ornament pohon cemara untuk dekorasi menyambut Natal. Proses screening berjalan lancar. Saya kemudian menanyakan di mana tempat pijat, karena sebagai penumpang kelas bisnis saya berhak mendapatkan pijat gratis selama 30 menit. Untuk menuju tempat pijat saya perlu berjalan melewati Royal Silk Lounge.

Royal Silk lounge secara umum interiornya berkesan agak ketinggalan jaman, dengan bentuk yang memanjang seperti lorong. Sehingga buffet area di sediakan di beberapa tempat. Saya sendiri tidak mencicipi apapun di lounge ini. Karena saya segera ingin menuju tempat pijat. 

Ternyata tempat pijat yang di namakan dengan Royal Orchid Spa berada di gedung yang berbeda, jadi kita perlu melakukan lagi proses screening. Saya menunggu sebentar di kursi yang di sediakan dengan pemandangan landasan pacu dan juga tersedia snack khas Thailand. Tidak berapa lama saya di panggil untuk pijat, dan segera ke sebuah ruangan yang terdiri dari beberapa bilik terbuka dengan kursi untuk tempat kita rileks sembari di pijat. Ada 2 pilihan pijat yang di tawarkan untuk penumpang kelas bisnis, pijat kaki atau pijat bahu dan kepala. Saya sendiri memilih untuk pijat kaki, pijatannya sendiri tidak terlalu keras sehingga tidak banyak membawa efek walaupun begitu saya sempat tertidur terbawa efek rileksasi.

Selesai pijat saya di tawari minum teh, dan saya memilih teh jahe, ketika minuman di hidangkan ternyata tidak ada rasa jahenya sama sekali, setelahnya saya di berikan form evaluasi. Karena ngantuk saya kembali ke Royal Silk Lounge untuk beristirahat di nap room. Ternyata tidak tersedia dan yang menyediakan adalah lounge mereka di concourse E. Sehingga saya berjalan kembali menuju ke Concourse E. 

Di concourse ini terdapat 2 buah Thai Airways Lounge di sisi kanan dan kiri, lounge yang menyediakan lounge ada di sisi sebelah kiri. Lounge ini kecil tapi cukup komplit, selain makanan dan minuman juga di sediakan working area, shower room dan nap room. Nap roomnya sendiri ada beberapa bilik yang di beri sekat dan isinya sebuah kasur agak keras berwarna coklat dan bantal.
Selesai sejenak beristirahat di Royal Silk concourse E saya bersiap untuk menuju gate. Jarak dari Royal Silk lounge ini ke gate D8A tempat boarding pesawat saya cukup dekat hanya sekitar 5 menit 
berjalan kaki.

Kesimpulan

Sebagai lounge tuan rumah, Thai Airways perlu meremajakan tampilan dan isi Royal Silk lounge supaya lebih jaman now. Fasilitas pijat di Royal Orchid spa merupakan nilai plus. Menurut saya lounge geng Star Alliance terbaik di Suvarnabhumi masih menjadi milik Eva Air.

Apakah kamu pernah mengunjungi Royal Silk lounge Suvarnabhumi Bangkok? Bagaimana kesanmu?
 

Rabu, 28 Februari 2018

Singapore Airlines SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review

Mengejar Sang Ratu Angkasa: Perkenalan
Mengejar Sang Ratu Angkasa: Strategi
Youniq Hotel Kuala Lumpur International Airport Review
Cathay Pacific Kuala Lumpur International Airport Lounge Review
Malaysia Airlines Golden Lounge Regional Kuala Lumpur International Airport Review
Malaysia Airlines A350-900 Kuala Lumpur - Bangkok Business Class Review
Aranta Hotel Suvarnabhumi Review
Eva Air Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Singapore Airlines SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Thai Airways Royal Silk Lounge Suvarnabhumi Bangkok Review
Letak Silverkris lounge berada di ujung concourse D setelah Miracle lounge, perlu berjalan kurang lebih 350 meter setelah menuruni eskalator. Hampir tidak ada penunjuk arah dari pihak Singapore Airlines untuk menunjukkan keberadaan lounge ini. Silverkris Bangkok baru di buka lagi di awal bulan Mei 2017 jadi masih tergolong baru. 

Tampak depan SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Dekorasi menyambut Natal di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Resepsionis SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Satu-satunya penanda keberadaan lounge ini adalah gambar pramugari Singapore Airlines di bagian depan. Proses screening di bagian depan lounge yang berhiaskan ornament Natal juga berlangsung cepat dan hari itu suasana di dalam lounge sangat sepi, hanya ada beberapa pengunjung.

SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi jenis kursi di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi jenis kursi di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi jenis kursi di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi jenis kursi di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi jenis kursi di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi jenis kursi di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi jenis kursi di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Bahan bacaan di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Silverkris Suvarnabhumi menempati area yang tidak begitu luas. Saya sendiri tidak menemukan adanya working area di lounge ini. Selain sofa biasa dan kursi makan juga terdapat sofa dengan desain khusus di pojok kiri lounge. 

Bar di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Menu minuman di bar SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Kris Lime pesanan saya
Mesin bir otomatis di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Yang membedakan Silverkris Suvarnabhumi dengan saudara-saudaranya di Singapore dan Manila adalah adanya bar untuk bartender dan barista di tengah lounge sebagai pusat perhatian. Meskipun juga tersedia mesin bir otomatis ala Jepang. 

Variasi makanan di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi makanan di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi snack di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi makanan di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok

Konter minuman panas di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi es krim di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi minuman dan dessert di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi minuman di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi makanan berat di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi makanan berat di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi makanan berat di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi makanan berat di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi makanan berat di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi makanan berat di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Somtam di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Variasi buffet makanan berat dan dessert cukup beragam, minuman juga banyak pilihan. Bahkan dapat memesan minuman special dari bartender atau barista. Rasa makanan juga cukup oke, di lidah saya lebih enak di bandingkan dengan Eva Air Lounge. 

Amenities di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Wastafel SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Urinoir SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Toilet duduk di SilverKris Lounge Suvarnabhumi Bangkok
Untuk buang hajat hanya di sediakan satu wc duduk itupun bertipe kering, dan tidak terdapat shower room apalagi nap room. Untuk amenities nya mereka menggunakan Siam Botanical.

Kesimpulan

Nilai plus lounge ini adalah adanya bartender dan barista sehingga membuat pengalaman menjadi unik, makanan cukup oke tapi tidak adanya shower room serta wc hanya 1, membuat lounge ini menjadi pilihan untuk singgah sebentar saja.

Apakah kamu pernah mengunjungi Silverkris Lounge Suvarnabhumi? Bagaimana kesanmu?